Chiller Optimization pada Gedung Perkantoran 17 Lantai

1️⃣ Latar Belakang Proyek

Sebuah gedung perkantoran 17 lantai di wilayah Jakarta Selatan mengalami peningkatan konsumsi listrik sistem HVAC dalam 12 bulan terakhir, tanpa adanya penambahan beban signifikan.

Sistem utama terdiri dari:

  • 2 Unit Air-Cooled Chiller @ 180 TR
  • Primary Chilled Water Pump (3 unit, 2 running + 1 standby)
  • 14 AHU
  • Sistem distribusi chilled water closed loop

Keluhan utama:

  • Konsumsi listrik meningkat ±12% dibanding tahun sebelumnya
  • Suhu ruangan beberapa zona tidak stabil pada jam 13.00–16.00
  • Kompresor chiller lebih sering beroperasi pada beban tinggi

2️⃣ Kondisi Awal Sistem (Data Lapangan)

Pengukuran dilakukan selama 3 hari operasional penuh.

Parameter Awal:

ParameterNilai
Chilled Water Supply7°C
Chilled Water Return9.8°C
Delta-T2.8°C
Konsumsi Chiller178 kW
Ampere Kompresor312 A
COP Aktual±2.85
Head Pompa Aktual21 m
Head Desain27 m

Temuan awal:

  • Delta-T jauh di bawah desain (6°C)
  • Flow rate lebih tinggi dari kebutuhan aktual
  • Pompa beroperasi mendekati maksimum
  • Beberapa balancing valve tidak sesuai setting

3️⃣ Analisa Teknis

Hasil evaluasi menunjukkan fenomena Low Delta-T Syndrome akibat:

1️⃣ Overpumping
Flow rate chilled water lebih tinggi dari desain → energi dingin tidak terserap optimal di coil.

2️⃣ Ketidakseimbangan Hidrolik
Distribusi air tidak merata → beberapa AHU menerima flow berlebih, lainnya kekurangan.

3️⃣ Sequencing Pompa Tidak Optimal
Pompa tetap running pada konfigurasi beban tinggi meskipun load aktual menurun.

Akibatnya:

  • Chiller bekerja lebih lama
  • Kompresor sering berada pada high loading
  • Konsumsi energi meningkat tanpa peningkatan kapasitas nyata

4️⃣ Tindakan Korektif

Dilakukan pendekatan berbasis data dan pengukuran ulang sistem:

✔ Re-balancing sistem chilled water
✔ Penyesuaian flow rate mendekati desain
✔ Kalibrasi ulang balancing valve
✔ Optimasi sequencing pompa
✔ Verifikasi ulang pressure drop sistem

Tidak dilakukan penggantian unit utama.


5️⃣ Hasil Setelah Optimasi

Pengukuran ulang dilakukan 2 minggu setelah stabilisasi sistem.

Parameter Setelah Optimasi:

ParameterSebelumSesudah
Delta-T2.8°C6.1°C
Konsumsi Chiller178 kW156 kW
Ampere Kompresor312 A275 A
COP Aktual2.853.35
Stabilitas SuhuFluktuatifStabil

6️⃣ Dampak Operasional

  • Penurunan konsumsi listrik ±12–14%
  • Stabilitas suhu meningkat
  • Beban kompresor lebih seimbang
  • Potensi perpanjangan umur sistem

Estimasi penghematan tahunan (operasional 10 jam/hari):

± 65.000 – 80.000 kWh per tahun


7️⃣ Kesimpulan Engineering

Permasalahan utama bukan pada unit chiller, melainkan pada distribusi hidrolik dan kontrol pompa.

Pendekatan optimasi berbasis data dan balancing sistem mampu mengembalikan performa mendekati desain tanpa investasi penggantian unit utama.

Kasus ini menunjukkan bahwa evaluasi parameter hidrolik memiliki dampak signifikan terhadap efisiensi dan reliability sistem HVAC pada gedung bertingkat.


Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error:
Scroll to Top